Ads 728 x 90

Cerpen 1/2 Lollipop

Ads 300 x 250

1/2 Lollipop

          Hari itu aku mengajak dia pergi ke sebuah tempat yang tenang dan damai, pepohonan sepanjang jalan menutupi jalanan setapak dari hangatnya matahari sore, tercium aroma bunga-bunga berwarna merah dari pohon itu, sekali tarikan nafas panjang membuat siapa saja merasa berada dalam dunia fanatasi.
          Aku sengaja mengajaknya ke sini dengan maksud untuk menghibur hati kecilnya, tepat 2 hari yang lalu seluruh anggota keluarganya meninggalkan dunia fana ini, termasuk adik laki-laki kesayangannya, keluarganya meninggalkan dia seorang diri karena kecelakaan lalu lintas dijalan mahawangi.
          Selamat, dia selamat dari maut yang menimpa keluarganya karena pada saat kejadian itu dia sedang les belajar membaca, tempat kejadian itu tidak jauh dari tempat lesnya, karena memang keluarganya hendak menjemputnya.
         Umurnya baru menginjak 5 tahun pada bulan april lalu, dia adalah anak laki-laki yang kuat dan pemberani, dia pernah mengatakan suatu kalimat yang hingga kini masih teringat dengan jelas dipikiranku, kurang lebih kata-katanya seperti ini "bang-bang,, orang yang kuat adalah orang yang bisa tersenyum pada saat dia bersedih", dia mengatakan itu bukan tanpa sebab, dia tau bahwa aku sedang menangis , jauh disini di dalam hatiku.
         Aku mengajaknya pergi kewarung cemilan yang berjarak 20 meter dari tempat aku berdiri, aku mempersilahkan padanya untuk membeli satu macam makanan, dia menunjuk 1 tangkai permen lolipop berwarna pink dengan garis-garis ungu, tak terlalu besar memang, tapi permen itu mungkin bisa menenangkan hatinya lebih dari yang kukira
          Lalu kami duduk di sebuah kursi yang terbuat dari kayu tua, pohon rindang yang tinggi dan besar tepat berada diatas kepalaku. Hari semakin sore, angin berhembus kembut, sesekali menerbangkan bunga pink, daun-daun kering serta doa-doa anak kecil untuk keluarganya
          Dia banyak bercerita tentang adik satu-satunya, adiknya baru berumur 3 tahun, adiknya selalu terlihat ceria, dia sangata menyayangi adiknya lebih dari apapun, dia bercerita panjang, mulai dari kisah sedih seperti ketika bunda dan ayahnya bertengkar hebat, sampai kisah lucu seperti ketika adiknya mengencingi matanya, terlihat olehku sepercik senyuman dari bibir kecilnya. 
          Aku merasa malu pada diriku sendiri, aku yang masih punya anggota keluarga yang lengkap tapi aku tak pernah memikirkan keluargaku, aku yang lebih tua darinya tapi aku sering memarahi adikku hanya karena dia memintaku menyuapinya, aku tertegun sejenak dan merasa sangat rendah, kuangkat wajahku ke atas langit tinggi-tinggi, dan aku tersadar bahwa hari sudah malam.
          Jatuh beberapa tetes hujan kearah mukaku, aku mengajaknya pulang, kulihat ditangannya masih tersisa setengah permen lolipop tadi, dia menyimpannya didalam saku, aku heran dan bertanya kepadanya " Apa yang kaulakukan?kenapa kau tidak menghabisinya?" dia menjawab dengan suara kecil "Aku ingin membagikan ini untuk adikku"
          Terlihat senyum lebar dan setetes air mengalir dari matanya hingga kebawah pipinya, entah itu air mata atau air hujan..........






Komen dan Saran di terima :'D
akan dibuat lanjutan (episode 2) kalo komen tembus 15 :p (orang yang komen gaboleh sama -_-")
Tag : Cerpen
0 Komentar untuk "Cerpen 1/2 Lollipop"

Back To Top